Bonus Demografi Indonesia di Era Surveillance Capitalism dan Lahirnya Malapetaka Demokrasi Pasar
Keywords:
bonus demografi, Demokrasi, Internet, Surveillance CapitalismAbstract
Tulisan ini mengkaji ketegangan antara optimisme bonus demografi dan ancaman surveillance capitalism yang secara diametral membentuk wajah baru demokrasi di Indonesia. Bonus demografi sering dirayakan sebagai momentum emas bagi munculnya partisipasi politik yang segar, inovatif, bebas, dan berbasis energi generasi muda. Namun dalam kenyataannya, ruang kebebasan itu justru dikungkung oleh mekanisme pengawasan digital (surveilance capitalism) yang bekerja melalui big data dan algoritma internet. Alih-alih menjadi subjek politik yang otonom, masyarakat diarahkan secara halus untuk mengikuti arus informasi dan preferensi politik yang dikendalikan oleh kepentingan korporasi dan kekuasaan. Penulis membaca bahwa kondisi ini melahirkan situasi yang disebut sebagai malapetaka demokrasi pasar, suatu keadaan ketika demokrasi kehilangan idealnya sebagai ruang deliberatif dan berubah menjadi arena transaksi politik berbasis data dan citra. Dengan menggunakan pendekatan kritis-filosofis, tulisan ini berusaha membuka ruang refleksi atas keadaan ini dan berusaha memberikan proposal untuk menyelamatkan masa depan demokrasi dari logika pasar. Hal menempatkan artikel ini bukan hanya sebagai sikap skeptis terhadap optimisme bonus demografi, tetapi juga berusaha menjaga agar optimisme itu benar-benar terwujud.
References
Andriyendi, Dimaz Oktama, dkk., “Media Sosial dan Pengaruhnya terhadap Partisispasi Politik Pemilih Pemula pada Pilkada” dalam JECCO: Jurnal of Education, Cultural and Politics, Vol. 3, No. 1 (2023), hlm. 101-111. https://doi.org//10.24036/jecco.v3i1.172.
APJII, Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet (APJII: Online, 2025). https://survei.apjii.or.id/survei/group/11.
Azis, Hasbullah. “Dampak Media Baru terhadap Partisipasi dan Keterlibatan Politik Anak Muda: Sebuah Tinjauan Studi Empiris,” dalam Jurnal Common, Vol. 8, No. 2 (2024), hlm. 148-163. https://doi.org/10.3410/common.v8i2.12823.
Baghi, Felix. Kewargaan Demokratis dalam Sorotan Filsafat Politik (Maumere: Ledalero, 2009)
Bappenas, Visi Indonesia Emas 2045 (Jakarta: Tim Bappenas, 2019), hlm. 20-21. https://perpustakaan.bappenas.go.id/e-library/file_upload/koleksi/migrasi-data-publikasi/file/Policy_Paper/Dokumen%20lengkap%202045_final.pdf.
BPS Indonesia, Analisis Profil Penduduk Indonesia: Mendeskripsikan Peran Penduduk dalam Pembangunan (Online: Badan Pusat Statistik, 2022), hlm. 55. https://share.google/vAC0NBVbvrS7NUfLc.
Bulya, B. & Izzati, S. “Indonesia’s Digital Literacy as a Challenge for the Democracy in the Digital Age,” dalam The Journal of Society and Media, Vol. 8, No. 2 (2024), hlm. 642. https://doi.org/10.267/jsm.v8n2.p640-661.
Harari, Yuval Noah. 21 Lesson: 21 Adab untuk Abad ke 21. Terjh. Haz Algebra (Manado: Globalindo, 2018).
Hardiman, F. Budi. Demokrasi Deliberatif (Yogyakarta: Kanisius, 2009),
Jati, Wasisto Raharjo. “Bonus Demografi Sebagi Mesin Pertumbuhan Ekonomi: Jendela Peluang atau Jendela Bencana di Indonesia?” dalam Populasi: Jurna Kependudukan dan Kebijakan, Vol. 23, No. 1 (2015), hlm. 3-4. https://doi.org/10.22146/jp.8559.
Jebadu, Alexander SVD. Drakula Abad ke-21 (Maumere: Ledalero, 2020).
Jehalut, Ferdinandus. "Ekonomi Politik, Internet, dan Demokrasi," dalam Jurnal Ledalero, Vol. 22, No. 1 (2023), hlm. 30. http://dx.doi.org/10.31385/jl.v22i1.333.20-38.
Jonathan, Ariel dkk., “Pengaruh Penggunaan Istilah Gemoy terhadap Citra Politik Calon Presiden dalam Pemilu 2024,” dalam ULIL ALBAB: Jurnal Ilmu Multidisiplin, Vol. 3, No. 6 (2024). Hlm. 83-89. https://doi.org/10.56799/jim.v3i6.3388.
Judhita, Christiany. “Demokrasi di Media Sosial: Kasus Polemik rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah,” dalam Jurnal Ilmu Komunikasi dan Pembangunan, Vol. 17, No. 1 (2016), hlm. 1-15. https://media.neliti.com/media/publications/231005-demokrasi-di-media-sosial-kasus-polemik-94e515fe.pdf.
Lewar, Paulus Pati & Madung, Otto Gusti Ndegong. "Demokrasi Sebagai Diskursus dan Deliberasi Menurut Jűrgen Habermas," dalam Jurnal Ledalero, Vol. 21, No. 2 (Desember 2022), hlm. 158-159. http://dx.doi.org/10.31385/jl.v21i2.314.150-161.
Madung, Otto Gusti. "Populisme, Demokrasi, Disensus dan Relevansinya untuk Indonesia," dalam Mathias Daven & Georg Kirchberger, Sebuah Pertanyaan Kenangan 50 Tahun STFK Ledalero (Maumere: Ledalero, 2019), hlm. 144-149.
Manteiro, Rikardus. “Transformasi Kaum Akademisi Menjadi Intelektual Organik untuk Memperkuat Demokrasi Indonesia,” dalam Akademika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa,, Vol. 23, No. 1 (2024), hlm. 13-26. https://journal.iftkledalero.ac.id/index.php/AKD/article/view/23.
Ramiro, Monica Arenas. “Partidos Politicos, Opiniones E Internet: La Leison Del Derecho A La proteccion De Datos Personales,” dalam Teoria y Realidad Constitucional, Vol. 44 (2019), hlm. 341-372. Diakses melalui Proquest Research Library (Akun IFTK Ledalero). https://www.proquest.com/docview/2420727124/fulltext/75993405C0154986PQ/1?acountid=215812&sourcetype=Scholarly%20Journals.
Santoso, Anton. "Indonesia's internet penetration hits 79.5 percent, trend continues," dalam ANTARA (24 Januari 2024). https://en.antaranews.com/news/304593/indonesias-internet.
Sugiono, Shidiq. “Fenomena Industri Buzzer di Indonesia: Sebuah Kajian Ekonomi Politik Media” dalam COMMUNICATUS: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4:1 (2020), hlm. 47-66. https://doi.org/10.15575/cjik.v4i1.7250.
Suryahudaya, Edbert Gani. “Bonus Demografi dan Bonus Demokrasi,” dalam Kompas.id (21 November 2022). https://app.komp.as/AebLkFskXG5mVgYV6.
Sutikno, Achmad Nur. “Bonus Demografi di Indonesia,” dalam VISIONER: Jurnal Pemerintahan daerah Di Indonesia, Vol. 12, No. 1 (2020), hlm. 421-439. https://doi.org/10.54783/jv.v12i2.285.
Ulya, Fika Nurul & Rastika, Icha. “Survei Indikator: Pemilih Prabowo Banyak dari Gen Z dan Milenial, Pemilih Ganjar Dominasi Kalangan Tua,” dalam Kompas.com (21 Februari 2024).
Wahyudi, M. Zaid. "Bonus Demografi tidak Terjadi Tahun 2030-2045, dalam Kompas.id (29 April 2025). https://www.kompas.id/artikel/bonus-demografi-tidak-terjadi-di-tahun-2030-2045.
Zuboff, Shoshana. "Surveillance Capitalism and the Challenge of Collective Action," dalam New Labour Forum, Vol. 28, No. 1 (2019), hlm. 11-12. https://doi.org/10.1177/1095796018819461.
______, Shoshana. The Age of Surveillance Capitalism: The Fight for a Human Future at the New Frontier of Power (New York: Public Affairs, 2019).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 AKADEMIKA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










