Rasionalitas Politik Kaum Muda di Era Bonus Demografi: Analisis pemikiran Hannah Arendt
Abstract
Era bonus demografi menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan bagi keberlanjutan demokrasi di Indonesia. Dominasi populasi usia muda menuntut kualitas rasionalitas politik yang tidak hanya pragmatis, tetapi juga berorientasi pada tindakan publik yang bermakna. Fenomena apatisme politik, polarisasi digital, dan lemahnya budaya dialog menunjukkan bahwa partisipasi politik generasi muda belum sepenuhnya mengarah pada praksis demokrasi yang deliberatif. Kajian ini berusaha menjawab pertanyaan: bagaimana pemikiran Hannah Arendt tentang action dan ruang publik dapat membantu membangun rasionalitas politik kaum muda di tengah situasi bonus demografi? Tulisan ini berangkat dari tesis bahwa rasionalitas politik yang sejati lahir dari keberanian bertindak (action) secara bebas dan komunikatif di ruang publik, di mana manusia menampakkan identitasnya sebagai makhluk politis. Dengan menggunakan pendekatan filsafat politik Arendt, khususnya konsep vita activa, action, dan public realm, kajian ini menelusuri bagaimana kaum muda dapat mengubah ruang digital menjadi arena partisipasi politik yang reflektif dan dialogis. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan politik dan pembentukan budaya demokrasi yang lebih partisipatoris di Indonesia.
References
DAFTAR RUJUKAN
Sumber dari Buku
[1] Arendt, Hannah, 1951, The Origins of Totalitarianism, Harcourt, New York.
[2] —, 1958, The Human Condition, University of Chicago Press, Chicago.
[3] —, 2006, Between Past and Future, Penguin, New York.
[4] Badan Pusat Statistik (BPS), 2023, Proyeksi Penduduk Indonesia 2020–2045: Hasil Sensus Penduduk 2020, BPS, Jakarta
[5] Bauman, Zygmunt, 2000, Liquid Modernity, Polity Press, Cambridge
[6] —, 2005, Liquid Life, Polity Press, Cambridge.
[7] Benhabib, Seyla, 2003, The Reluctant Modernism of Hannah Arendt, Rowman & Littlefield, Lanham.
[8] Habermas, Jürgen, 1984, The Theory of Communicative Action, Vol. 1, Beacon Press, Boston.
[9] —, 1996, Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy, MIT Press, Cambridge.
[10] Lembaga Survei Indonesia (LSI), 2024, Persepsi Politik Generasi Muda terhadap Pemilu 2024, LSI Press, Jakarta.
[11] Piliang, Yasraf A., 2017, Post-Realitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika, Jalasutra, Yogyakarta.
[12] Villa, Dana R., 1999, Politics, Philosophy, Terror: Essays on the Thought of Hannah Arendt, Princeton University Press, Princeton.
[13] Zuboff, Shoshana, 2019, The Age of Surveillance Capitalism, Public Affairs, New York.
Sumber dari Jurnal atau Laporan Penelitian
[1] Ahmad, A., M. Rahmania, M. Zulfikar, dan M. Ma’arif, 2024, Urgensi Literasi Digital dalam Penguatan Kapabilitas Critical Thinking terhadap Pemilih Pemula, Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 7, no. 1, hlm. 14–22.
[2] Ahmad, Yazied Taqiyuddin, dan Lugina Setyawati, 2022, Aktivisme Digital Kaum Muda: Studi Kasus Kampanye “No Viral No Action” di Era Media Sosial, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, vol. 31, no. 2, hlm. 15–34, https://doi.org/10.17509/jpis.v33i1.
[3] Aenulguri, D., dan R. Y. A. Hambali, 2023, Tantangan Eksistensi Manusia di Era Inovasi Metaverse melalui Eksistensialisme Martin Heidegger, Gunung Djati Conference Series, vol. 19, hlm. 505–516.
[4] Arifuddin, N., dan N. Hermawan, 2025, Pendidikan Literasi Politik dan Tantangan Post-truth dalam Ruang Publik Indonesia Pasca Pemilihan Umum 2024, Action Research Journal Indonesia (ARJI), vol. 7, no. 4, hlm. 2489–2509.
[5] Baskoro, A., dan D. Osckardo, 2024, Demokrasi Digital di Tangan Pemuda: Kepercayaan, Optimisme dan Aksesibilitas Kepemimpinan Muda di Indonesia, Jurnal Pemuda Indonesia, vol. 1, no. 1, hlm. 1–22.
[6] Candra, Ade, dkk., 2023, Media Sosial dan Pembentukan Identitas Politik Generasi Muda Indonesia, Kybernology: Jurnal Studi Pemerintahan dan Politik Digital, vol. 5, no. 2, hlm. 111–128, https://doi.org/10.26618/kjgs.v3i2.13054.
[7] Fajarini, Sri Dwi, F. Yuliani, dan J. Kurniawati, 2025, Peran Algoritma Media Sosial dalam Membentuk Filter Bubble dan Echo Chamber di Kalangan Milenial dan Gen Z Kota Bengkulu, Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM), vol. 6, no. 1, hlm. 205.
[8] Fatimah, Siti, 2024, Transformasi Ruang Publik Digital: Tantangan Sosial dan Konstitusional dalam Demokrasi Era Media Baru, Cakrawala, vol. 19, no. 1, hlm. 67–86.
[9] Fauzi, Reza, dkk., 2024, Perilaku Digital Generasi Milenial dalam Meningkatkan Literasi Politik di Indonesia, Khizanah al-Hikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, vol. 12, no. 1, hlm. 49–61, https://doi.org/10.24252/kah.v12i1a5.
[10] Handoko, Waluyo, dkk., 2023, Literasi Digital dan Rasionalitas Pemilih Muda di Era Demokrasi Digital, LOGOS: Jurnal Filsafat dan Teologi, vol. 21, no. 1, hlm. 19–34.
[11] Hidayah, R. M. W., E. S. Abidin, I. Arifin, dan M. R. S. Ahmad, 2024, Membangun Kesadaran Politik: Pentingnya Partisipasi Generasi Muda di Era Digital, EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial, vol. 1, no. 2, hlm. 74–77.
[12] Jamil, A., F. N. Rangga, R. D. Rendra, dan T. Ahmad, 2025, Media Sosial Sebagai Sarana Pembentukan Identitas Politik Pemuda, Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora, vol. 2, no. 3, hlm. 244–253.
[13] Khairuddin, 2022, Partisipasi Politik Anak Muda: Kajian Sosiologis terhadap Aktivisme Digital, NUSANTARA: Jurnal Sains Sosial dan Humaniora, vol. 1, no. 1, hlm. 22–32.
[14] Nugroho, Bernardus Herdian, 2023, Media Sosial, Gerakan Politik, dan Polarisasi Wacana Publik di Indonesia, Political Science and Sociology Journal, vol. 2, no. 3, hlm. 19–34.
[15] Palupi, N. W. I., S. R. Ummah, dan P. Larasati, 2025, Konsep dan Praktik Metode Kualitatif untuk Penelitian Sosial, RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, vol. 3, no. 4, hlm. 188–198.
[16] Prayugo, A., dan R. B. P. Prayitno, 2022, Pendidikan Politik sebagai Proses Belajar Membentuk Kesadaran Politik dan Peran Kewarganegaraan, EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 3, no. 3, hlm. 427–442.
[17] Susilawati, E., dan H. Kurnia, 2024, Etika dalam Pendidikan Politik (Menghadapi Bias dan Propaganda), Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik, vol. 2, no. 2, hlm. 93–112.
[18] Titahning Ayudha, Nora, 2024, Repertoar Aktivisme Digital di Indonesia, OASE: Multidisciplinary and Interdisciplinary Journal, vol. 1, no. 2, hlm. 165–171.
[19] Ukarana, C. I., M. Suharbillah, dan P. K. Nisa, 2024, Respons terhadap Komunitas AnieSpace sebagai Bentuk Ruang Publik Baru, MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, vol. 3, no. 2, hlm. 165–178.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 AKADEMIKA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










